Minggu, 05 Desember 2021

 bismillahirrahmaanirrahiim

Halo, blog
sudah lama saya tidak menulis disini :"
kali ini aku menulis menggunakan keyboard yang super nyaman menurutku. alhamdulillahilladzii bini'matihii tatimmusholihaat^^

blog, aku ingin menyampaikan isi pikiranku:")
sekarang ini, zaman ini, dunia sangat tidak baik-baik saja, aku melihat beberapa manusia dan menyimpulkan sesuka hati bahwa mereka sangat egois, kenapa ya?
mereka hidup hanya untuk memenuhi kodratnya dan menjalani apa yang manusia pada umumnya jalani.
menikah--punya anak--berkeluarga. berbahagia.
di zaman seperti ini, aku kira..
terlalu egois rasanya. hanya beragama seperti kebanyakan manusia, 


Mengejar ketenangan dan kebahagiaan dalam beragama, lalu dinimkati sendiri. kenapa?
apakah sudah lupa akan saudara kita di Palestina, Suriah, dan negara Islam lainnya yang terjajah di sana? kenapa topiknya hanya trendi di saat saat tertentu, habis itu, kehidupan berjalan normal, seolah semua baik-baik saja. kenapa seolah-olah kita gak punya kendali apapun. semaksimal-maksimalnya usaha saja, syukur bisa bantu lewat do'a, donasi, memperdalam pemahaman kita soal akar masalah yang ada. ambil hikmahnya

ah, ya allah, betapa besar dan tidak sepele, amanah yang Kau percayakan kepada kami
manusia, yang bodoh dan dzolim terhadap dirinya sendiri.

Minggu, 22 Agustus 2021

Buat kamu

Jadi, aku tuh kalau milih lagu, dengerin lagu, selektif banget, biasanya aku lebih suka instrumental dan menghindari  yang berlirik.
sampai aku bertemu satu lagu, yang kalau aku dengerin liriknya dan aku maknai, kok ya dalem banget:"
lagu ini adalah lagu berjudul Melukis Senja, by Budi Doremi

keseluruhan dari makna lirik nya, 
isi hati aku yang pengen banget aku utarakan ke kamu:")
tapi, apa daya


Rabu, 14 Juli 2021

 aku mau ceritaaa wahai blogg

cerita tentang perpisahan:")

mau ngquote dulu
"sesuatu yang telah memberikan kesan baik, mengisi ruang dalam jiwa, ternyata terasa menyakitkan begitu harus berpisah, tanpa sadar, entah darimana alasannya tibatiba air mata jatuh"

iya, jadi.. ceritanya semenjak gap year dan pandemi ini...

aku pernah berdoa sama Allah
"Ya Allah, aku ingin ilmu yang aku dapet dari pondok dulu bisa bermanfaat paling tidak untuk satu orang aja ndapapa ya Allah"

waktu itu aku bayangin nya aku pengen ngajar privat atau apalah terserah intinya aku ingin produktif, karena kerasa juga di rumah itu agak gabut, selalu khawatir kalau gak berguna:"")

akhirnya Allah kabulkan doaku T_T Ya Allah Maha Baik Engkau, segala puji hanya untukMu Yaa Rabb..
lewat murobbiku di garut, beliau tibatiba menanyakan "rumai kalau ngajar ngaji privat bersedia gak?" nah kan maasya Allah banget ga tuh, Allah beneran jawab doaku.

akhirnya aku alhamdulillah banget dan menerima tawaran itu,

awalnya deg degan karena memang baru pertama kali,

waktu itu aku mikirnya "Allah ga mungkin ngizinin aku ngajar kecuali menurut Allah memang aku siap dan bisa"

jadi bismillah lah, aku usahakan, waktu tu sempet ada telat2 jam T_T malu rasanya, alhamdulillah nya ibu nya baik banget dan fleksibel.

Minggu, 04 Juli 2021

 cara Allah itu indahh banget ya :")
aku dibuat meleleh, haru dan pen nangis rasanya..

ketika aku mulai menggunakan kacamata terbaik, yang menurut Allah itu baik, yang Allah ridhoi.

Allah langsung turun tangan T_T mengatasi semua masalahku 

Allah, engkau baik banget.

Senin, 22 Maret 2021

Mau curhat, blog

Aku, lelah. 
Lelah mengikuti arus standar masyarakat dan negeri ini. Yang mana carut marut gajelas tujuannya kemana. 
Mau ikut jadi kontributor, tapi ini terlalu rumit untuk dipikirkan sendirian, sedang diluar sana masih banyak para pelaku "kemunkaran dan kekejian" 

Tapi? Bukankah lebih baik ketimbang tidak melakukan sama sekali? 
Hal apa yang bisa aku lakukan demi terciptanya peradaban Islam yang jaya seperti dulu? 
Hey, bukankah itu janji Allah? 
Betul. Makanya aku ingin bisa jadi kontributor. 
Dengan cara apa? 
Tentu aku harus bisa mengupgrade diriku terlebih dahulu. 

Tunggu, aku pusing ngetik beginian. 
Seolah bising sekali kepala ku. 
Rum sebenarnya mau jadi apa sih? 
Kenapa merasa super galau begini? 
Akhirnya gak ada yang dikerjain. Karena kebanyakan mikir. Ah dasar 

Minggu, 21 Maret 2021

Rumai, aku mau bicara.

Ada dua rumai di ruangan itu

Mulailah mereka saling memberi nasihat

"Rum, kamu ini kenapa? Kamu sadar sesuatu salah tapi kenapa masih kamu lakukan? 

"Aku juga ga ngerti kenapa?! Rasanya berat banget untuk melakukan itu"

"Kalau emang kamu niat buat ambil keputusan memilih sesuatu. Harusnya kamu cari tau semua konsekuensinya, syarat dan ketentuannya. Lalu harusnya kamu siapkan itu dari jauh jauh hari. Bukan malah pas deadline baru riweuh, itu gak akan kondusif banget yuknow? Udha mah waktunya dikit, tugasnya panjang dan perlu pematangan, eh ini malah minta nasihat sana sini. Makin abis waktu kamu! "

Jumat, 19 Maret 2021

Kenapa aku iri?

 :") 

Hahaha

Kenapa? 

Bukankah aku seringkali merasa bukan itu tujuan ku?, kenapa ketika melihat orang lain rasanya selalu iri, 

Bukankah hal itu tidak menjadi tujuan utama ku? 

Tidak, 

Dalam lubuk hatiku terdalam

Aku merasakan. Bahwa akupun ingin seperti mereka 😭

Aku ingin, lalu aku selalu iri kepada mereka yang jalan nya begitu Allah mudahkan. 

😭aku selalu ingin menangis, 

Melihat mereka, orang terdekat dan dulu seperjuangan di SMA. 

Lalu aku merenung, ternyata pada akhirnya, kita akan berjalan dengan diri kita sendiri, dengan segala masalah yang hanya bisa diselesaikan oleh diri sendiri. Bukan orang lain. 

Pada akhirnya, kita kembali lagi berkutat dengan diri sendiri. 

Menyelesaikan dengan diri sendiri. 

Aku mulai sadar perlahan. 

Ada penyakit dalam diriku. 

Yang orang lain tidak miliki. 

😭😭

Apa yang salah? 

Lalu apa yang harus ku perbuat? 😭😭

Terkadang.. 

Aku adalah seorang yang mudah sekali menyerah. 

Kamis, 18 Maret 2021

Life balance

Yaa Rabb

Kuingin kehidupan dunia dan akhirat ku seimbang. 

Mengusahakan ruhiyah dan jasmani, hati dan otak untuk tetap prima. 

Yaa Rabb, tanggung jawabku sebagai seorang muslim adalah bukan sesuatu yang ringan apalagi retjeh. 

Yaa Rabb, sedetikpun jangan pernah biarkan hamba seorang diri. Sungguh pertolongan Mu ku butuhkan setiap saat, setiap napas. 

Yaa Rabb izinkan hamba melayakkan diri untuk dapat bertemu Engkau, RasulMu dan wanita penghulu syurga, serta para pejuang Mu dan orang-orang sholih di Syurga kelak

Yas Rabb, hamba memohon kepada Mu husnul khatimah dan syurga Firdaus. 

Yaa Rabb, jadikan hamba berdaya dengan karya, untuk agamamu dan dakwah di jalanMu. Dengan segala potensi dan kelebihan yang engkau titipkan pada hamba. 

Aamiin Yaa Rabb

Aamiin Yaa Mujiibassaailiin. 

Aamiin Allahumma Aamiin. 


Dari hamba Mu yang fakir. 

Minggu, 14 Maret 2021

Antara saya dan aku.

 "Wihhh ternyata dia keren banget ya, Masya Allah deh, punya audiens yang tepat, gak cuma mutualan, bener bener audiens follow dia karena sebuah alasan:)"

"Wihhh kok dia bisa se PD itu ya, kok bisa? "

"Wah ternyata skenario ini begitu unik, pada akhirnya, kita akan dipertemukan dengan apa yang kita sinyalkan"

"Ketika kita mengeluarkan radar kebaikan, tentu orang orang dengan radar yang sama akan saling tarik menarik, bertemu dan tercipta keindahan, 

Keindahan apa? Keindahan ukhuwwah! Tentu saja"

:") aku terharu, sungguh. 


Selasa, 09 Maret 2021

Lihatlah sesuatu dari jauh

 Pernah gak? 

Ada di momen kalian sedang berada di tempat atau bangunan yang sangat tinggi, entah itu apartement, sekolah atau gedung apapun deh. 

Terus kalian memandang ke bawah, ada berbagai hal disana, hiruk pikuk jalan raya, gerobak bakso, rumah rumah, pejalan kaki, kendaraan dan masih banyak lagi tentunya. 

Lalu semua pemandangan yang kalian lihat di bawah itu, sungguh keciiil.

kenapa? Ya karena kita sedang berada di ketinggian. 

Lalu pernah gak, berpikir bagaimana kita dan segala masalah kita di hadapan Allah? 

Tentu bakal remeh banget dong, keciiiiiil banget bagi Allah. 

Kalau kita yang lihat masih dalam jarak ketinggian gak seberapa aja udh ngerasa hal hal dibawah kita kecil. 

Gimana Allah dengan seluruh alam semesta ini? 

Terus kita masih rempong, dan lelah gak karuan sama urusan dunia. Ihh gak capek apa? 

Senin, 08 Maret 2021

AKU MAU MEMAKNAI LEBIH DALAM!

halo blog,
bismillah..

izin curhat sebelum tidur, biar legaa:)

Hari ini, setalah kumpulan hari hari berlalu,
setelah ada banyak peristiwa menyayat hati di dalam linkungan terkecilku, yaitu keluarga. bismillah aku mau coba maknai, 

bagaimana jika? ini adalah suatu bentuk ujian?
bukankah ujian adalah sesuatu yang pasti tatkala kita sudah mengaku beriman?
ya, yang pertama, aku mau memaknai ini sebagai ujian,
Allah menguji kita:") keluarga kita, ya
Allah menguji kita, sejauh mana keterikatan hati kita satu sama lain,
Allah menguiji kita, sejauh mana kita yakin ke Allah, sampai kita mau mengasah terus senjata utama kita yakni DO'A.

kadang aku termenung cukup dalaaam, 
"ohiya ya? ya Allah gimana ini kalau ujian, Engkai mau lihat seberapa kuat kita saling mendoakan?"

bukankah aku pribadi sering kali memberi nasihat berbunyi 
"satu satunya jalan ya berdoa, urusan hati ya berdoa, kan satu satunya yang menggenggam hati tu Allah."
nah tuh, Allah uji, apakah dengan permasalahan yang ada,
makin membuat aku mengaplikasikan nasihat tadi? atau malah cuek?
keterlaluan sih kalau aku cuek T_T
karena ini adalah keluargaku sendiri.
huffft Ya Allah, 
bismillah, mulai saat ini, aku akan ikhtiar lewat doa, terus menerus
semoga bisa istiqomah.

Yaa Rabb, aku ingin kami sekeluarga berkumpul di Syurga FirdausMu
Aamiin Yaa Mujiib.

Kamis, 25 Februari 2021

terbukalah, agar ada jawaban.

 [4.46 PM, 25/2/2021] Rumaii: Sampai aku bertanya tanya

"Ya Allah, apa indikasi bahwa aku ini siap dengan segala konsekuensi menuntut ilmu di kuliah"

[4.47 PM, 25/2/2021] Rumaii: "Kadang aku urai lagi

Tunggu tunggu, kenapa aku harus kuliah? Ada apa di kuliah? Benarkah jalan ku dengan kuliah?"

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: "Benarkah aku betul betul berniat kuliah untuk mencari ilmu? Atau? Mengikutinya standar masyarakat"

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: "Bukankah ada banyak ilmu? Dan gak harus didapat di bangku perkuliahan"

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: Dari situ tu

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: Makin mumet aja pikiran ku mar

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: Ntr klo kamu freeee banget, bales ya

[9.27 AM, 26/2/2021] Marini : Sebenrnya ya, aku yakin banget hampir semua orang sebelum kuliah tuh mikirnya gitu. Kenapa harus kuliah? Padahal kesuksesan itu bukan cuma didapet dari dunia perkuliahan. Apa aku kuliah cuma karena malu sama orang2 kalo misalnya aku nempuh pendidikan sampe SMA aja? Atau karena ikutin aja kemauan orangtua?


Nah, kebanyakan dari kita memulai kuliah dengan alasan2 yang ga jelas gitu, Rum. Termasuk aku juga. Aku kuliah karena aku ga tau mau ngapain setelah lulus SMA, aku ngikutin kemauan ortu aku, aku ngikutin standar masyarakat. 


Tapi, ada satu hal yang aku yakini saat itu. Suatu hari di tengah proses perkuliah itu, aku pasti bakal nemuin alasan kuat kenapa aku harus kuliah. Aku yakin, dunia perkuliahan yang terkenal keras, bakal menempa aku habis2an buat menyadarkan pemikiran aku yang dangkal. Aku harus kuliah, karena aku butuh lingkungan yang bisa menempa aku jadi orang yang lebih kuat lagi dan ilmu yang lebih banyak lagi. Dari kuliah, kita bukan cuma belajar tentang ilmu pengetahuan. Kita belajar tentang bersosialisasi, bermasyarakat, belajar buat kerja keras, dan belajar tentang agama juga sangat terbuka luas.  Intinya hal yang bisa didapatkan dari kuliah itu bener2 ilmu tentang kehidupan yang bikin pandangan kita jadi lebih terbuka lebar.



Dan yang perlu diperhatikan, alasan bodoh kayak ngikutin standar masyarakat buat lanjutin pendidikan, perlahan bakal ilang ketika kamu ngerasain sendiri apa aja yang bisa kamu dapet di dunia perkuliahan. Karena kamu ga mungkin terus bertahan dengan alasan bodoh itu sampe lulus kuliah kan? Yakin deh ga akan bisa sampe lulus kuliah kalau dalam pikiran ini masih tertanam "aku kuliah karena ngikutin standar masyarakat". 


Jadi menurut aku itu sih rum pentingnya kuliah. Emang jalan hidup orang beda2 kok, kamu ga harus berpikiran sama kayak aku. Jika kamu punya ladang atau lingkungan lain yang bisa menempa kamu jadi sosok yang luar biasa dan itu bukan dunia perkuliahan, ya silahkan pilih aja. Kalau aku, memilih dunia perkuliahan sebagai ladang yang bisa menempa aku jadi sosok yang luar bisa. Yang penting, sebagai manusia, kita harus mau ditempa supaya kita bener2 jadi manusia secara fisik, jiwa, dan juga kualitas.


welll makasih teman, sungguh membuka pikiranku banget.

Rabu, 24 Februari 2021

Deep words

 bismillah..

akhir akhir ini lagi ingin bisa menjadi pribadi yang memaknai segala hal.

kenapa? karena disitu ada banyaaaak sekali hikmah tersirat. gak akan ditemui kalau bukan dengan deep thinking.

teruuus.

tau gak? aku dari dulu ngefans banget sama ebiet g ade, entah kenapa sampai sekarang masih jatuh cinta.

khususnya sama liriknya,kenapa?

wuhhh liriknya dalem banget cuy, nampar juga, pokoknya kayak.. berbobot luar biasa.

bikin merenung OMG:"

apalagi yang judulnya "Untuk Kita Renungkan"

nih ya aku tulisin liriknya, terus coba maknai deh, beneran renungin deh..

"kita mesti telanjang dan benar benar bersih..suci lahir dan di dalam batin

tengoklah kedalam, sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat, singkirkan debu yang masih melekat."

dalem kan? 

"anugrah dan bencana adalah kehendaknya, kita mesti tabah menjalani, hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah dia diatas segalanya, adalah dia diatas segalanya"

dah gengs segitu dulu, nanti lanjut 


Sabtu, 13 Februari 2021

Memaknai alasan keberadaan ku

#bismillahdulu
#biarniatgakbelok
teramat sering aku merenung, 
sebenernya aku ini siapa? mau apa? kenapa aku bisa berada disini sekarang? apa yang harus kulakukan?
mau kemana sebenarnya diriku ini. sulit sekali menjawab pertanyaan demikian.
karena jiwa perfeksionis kah? i even dont know?!
rasanya aku tak ingin menjalani hidup tanpa alasan yang jelas. big WHY

wait, kenapa aku bisa lahir?
oh ya alhamdulillah aku lahir dari sepasang suami isteri yang yang tentu saja sah secara agama dan hukum.

sejak aku lahir. TK SD SMP SMA
waktu berlalu.
telah banyak hal yang kulalui,
tentu sebagai orang beriman, aku terlebih dulu harus mengutamakan rasa syukur
karena sungguh tak terhitung karunia dan kasih sayangNya untukku selama ini.
banyak sekali aku belajar dari kehidupan
atas segalanya yang terjadi di hidupku.

seringkali aku merenung..
kenapa banyak sekali masalah yang aku hadapi tak kunjung selesai
hingga aku merasa payah atas hidupku. dan aku begitu lelah.
aku berujar dalam hati.
"Ya Tuhan, sebenarnya apa yang salah dari diriku?"
"kenapa ? tiap kali kutemui seseorang yang menjadi teman dalam hidupku, selalu. tidak pernah tidak, kudapati konflik pelik didalamnya, ini sungguh makan hati dan melelahkan ya rabb"

rupanya hari itu, aku masih berada dalam kebodohan,
ya, kebodohan menaruh harapan kepada orang lain.
tapi aku senantiasa merenungkan kembali
darimana rasa harapku ini datang?
ohh, mungkinkah..
karena jiwaku membutuhkan sosok teman? sosok yang dalam bayanganku, ia selalu ada dan peduli terhadapku.
mengingat, seluruh usiaku kebelakang, aku belum pernah menemukan sosok itu:")

dah dulu, ngetiknya nanti lanjut

yas! hari ini aku mau lanjut cerita.

pada intinya, aku sering merenung, yang sebetulnya ujung ujungnya ngeluh astagfirullah hal'adzim
mengeluh, mengeluh, mengeluh,
astagfirullah jangan sampai lagi kedepannya:")
ya, semua keluhan yang aku niatkan untu ditulis disini, aku urungkan
karena seketika teringat, beberapa anak itu seperti dandellion, ia bebas tumbuh dan tetap menjadi indah,
sedang beberapa anak seperti anggrek, ia perlu lingkungan dan perawatan maksimal jika ingin tetap tumbuh baik dan indah.

selesai alhamdulillah
semoga allah ridho.