Kamis, 25 Februari 2021

terbukalah, agar ada jawaban.

 [4.46 PM, 25/2/2021] Rumaii: Sampai aku bertanya tanya

"Ya Allah, apa indikasi bahwa aku ini siap dengan segala konsekuensi menuntut ilmu di kuliah"

[4.47 PM, 25/2/2021] Rumaii: "Kadang aku urai lagi

Tunggu tunggu, kenapa aku harus kuliah? Ada apa di kuliah? Benarkah jalan ku dengan kuliah?"

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: "Benarkah aku betul betul berniat kuliah untuk mencari ilmu? Atau? Mengikutinya standar masyarakat"

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: "Bukankah ada banyak ilmu? Dan gak harus didapat di bangku perkuliahan"

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: Dari situ tu

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: Makin mumet aja pikiran ku mar

[4.48 PM, 25/2/2021] Rumaii: Ntr klo kamu freeee banget, bales ya

[9.27 AM, 26/2/2021] Marini : Sebenrnya ya, aku yakin banget hampir semua orang sebelum kuliah tuh mikirnya gitu. Kenapa harus kuliah? Padahal kesuksesan itu bukan cuma didapet dari dunia perkuliahan. Apa aku kuliah cuma karena malu sama orang2 kalo misalnya aku nempuh pendidikan sampe SMA aja? Atau karena ikutin aja kemauan orangtua?


Nah, kebanyakan dari kita memulai kuliah dengan alasan2 yang ga jelas gitu, Rum. Termasuk aku juga. Aku kuliah karena aku ga tau mau ngapain setelah lulus SMA, aku ngikutin kemauan ortu aku, aku ngikutin standar masyarakat. 


Tapi, ada satu hal yang aku yakini saat itu. Suatu hari di tengah proses perkuliah itu, aku pasti bakal nemuin alasan kuat kenapa aku harus kuliah. Aku yakin, dunia perkuliahan yang terkenal keras, bakal menempa aku habis2an buat menyadarkan pemikiran aku yang dangkal. Aku harus kuliah, karena aku butuh lingkungan yang bisa menempa aku jadi orang yang lebih kuat lagi dan ilmu yang lebih banyak lagi. Dari kuliah, kita bukan cuma belajar tentang ilmu pengetahuan. Kita belajar tentang bersosialisasi, bermasyarakat, belajar buat kerja keras, dan belajar tentang agama juga sangat terbuka luas.  Intinya hal yang bisa didapatkan dari kuliah itu bener2 ilmu tentang kehidupan yang bikin pandangan kita jadi lebih terbuka lebar.



Dan yang perlu diperhatikan, alasan bodoh kayak ngikutin standar masyarakat buat lanjutin pendidikan, perlahan bakal ilang ketika kamu ngerasain sendiri apa aja yang bisa kamu dapet di dunia perkuliahan. Karena kamu ga mungkin terus bertahan dengan alasan bodoh itu sampe lulus kuliah kan? Yakin deh ga akan bisa sampe lulus kuliah kalau dalam pikiran ini masih tertanam "aku kuliah karena ngikutin standar masyarakat". 


Jadi menurut aku itu sih rum pentingnya kuliah. Emang jalan hidup orang beda2 kok, kamu ga harus berpikiran sama kayak aku. Jika kamu punya ladang atau lingkungan lain yang bisa menempa kamu jadi sosok yang luar biasa dan itu bukan dunia perkuliahan, ya silahkan pilih aja. Kalau aku, memilih dunia perkuliahan sebagai ladang yang bisa menempa aku jadi sosok yang luar bisa. Yang penting, sebagai manusia, kita harus mau ditempa supaya kita bener2 jadi manusia secara fisik, jiwa, dan juga kualitas.


welll makasih teman, sungguh membuka pikiranku banget.

Rabu, 24 Februari 2021

Deep words

 bismillah..

akhir akhir ini lagi ingin bisa menjadi pribadi yang memaknai segala hal.

kenapa? karena disitu ada banyaaaak sekali hikmah tersirat. gak akan ditemui kalau bukan dengan deep thinking.

teruuus.

tau gak? aku dari dulu ngefans banget sama ebiet g ade, entah kenapa sampai sekarang masih jatuh cinta.

khususnya sama liriknya,kenapa?

wuhhh liriknya dalem banget cuy, nampar juga, pokoknya kayak.. berbobot luar biasa.

bikin merenung OMG:"

apalagi yang judulnya "Untuk Kita Renungkan"

nih ya aku tulisin liriknya, terus coba maknai deh, beneran renungin deh..

"kita mesti telanjang dan benar benar bersih..suci lahir dan di dalam batin

tengoklah kedalam, sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat, singkirkan debu yang masih melekat."

dalem kan? 

"anugrah dan bencana adalah kehendaknya, kita mesti tabah menjalani, hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah dia diatas segalanya, adalah dia diatas segalanya"

dah gengs segitu dulu, nanti lanjut 


Sabtu, 13 Februari 2021

Memaknai alasan keberadaan ku

#bismillahdulu
#biarniatgakbelok
teramat sering aku merenung, 
sebenernya aku ini siapa? mau apa? kenapa aku bisa berada disini sekarang? apa yang harus kulakukan?
mau kemana sebenarnya diriku ini. sulit sekali menjawab pertanyaan demikian.
karena jiwa perfeksionis kah? i even dont know?!
rasanya aku tak ingin menjalani hidup tanpa alasan yang jelas. big WHY

wait, kenapa aku bisa lahir?
oh ya alhamdulillah aku lahir dari sepasang suami isteri yang yang tentu saja sah secara agama dan hukum.

sejak aku lahir. TK SD SMP SMA
waktu berlalu.
telah banyak hal yang kulalui,
tentu sebagai orang beriman, aku terlebih dulu harus mengutamakan rasa syukur
karena sungguh tak terhitung karunia dan kasih sayangNya untukku selama ini.
banyak sekali aku belajar dari kehidupan
atas segalanya yang terjadi di hidupku.

seringkali aku merenung..
kenapa banyak sekali masalah yang aku hadapi tak kunjung selesai
hingga aku merasa payah atas hidupku. dan aku begitu lelah.
aku berujar dalam hati.
"Ya Tuhan, sebenarnya apa yang salah dari diriku?"
"kenapa ? tiap kali kutemui seseorang yang menjadi teman dalam hidupku, selalu. tidak pernah tidak, kudapati konflik pelik didalamnya, ini sungguh makan hati dan melelahkan ya rabb"

rupanya hari itu, aku masih berada dalam kebodohan,
ya, kebodohan menaruh harapan kepada orang lain.
tapi aku senantiasa merenungkan kembali
darimana rasa harapku ini datang?
ohh, mungkinkah..
karena jiwaku membutuhkan sosok teman? sosok yang dalam bayanganku, ia selalu ada dan peduli terhadapku.
mengingat, seluruh usiaku kebelakang, aku belum pernah menemukan sosok itu:")

dah dulu, ngetiknya nanti lanjut

yas! hari ini aku mau lanjut cerita.

pada intinya, aku sering merenung, yang sebetulnya ujung ujungnya ngeluh astagfirullah hal'adzim
mengeluh, mengeluh, mengeluh,
astagfirullah jangan sampai lagi kedepannya:")
ya, semua keluhan yang aku niatkan untu ditulis disini, aku urungkan
karena seketika teringat, beberapa anak itu seperti dandellion, ia bebas tumbuh dan tetap menjadi indah,
sedang beberapa anak seperti anggrek, ia perlu lingkungan dan perawatan maksimal jika ingin tetap tumbuh baik dan indah.

selesai alhamdulillah
semoga allah ridho.