Sabtu, 21 Mei 2022

.

Membayangkan jiwa dan ruh ini musnah. sambil menangis, aku berkata, Tuhan, apakah aku gagal menjadi manusia? tak pantas jiwa sepertiku menempati syurgaMu, namun aku tak sanggup jika di neraka. maka musnahkan aku saja.

hai, blog, aku mau cerita

 Ya, sesuai judul, aku ingin bercerita. akhir akhir ini aku merasakan emosi yang tidak stabil, marah, kecewa, tidak terima, ingin sekali berteriak, mencaci maki, berkata kasar, meluapkan emosi, mungkin menghacurkan sesuatu, mengatakan apa yang aku rasakan. Namun, rasanya itu semua tertahan begitu saja dalam diriku, sehingga aku merasa sesak, aku tidak tahu harus bagaimana mengeluarkannya, tidak tahu harus bagaimana menceritakannya, terlebih ini soal keluarga, orangtua. Aku merasa tidak punya tempat selain Allah untuk mencurahkan apa yang aku rasakan saat ini. mungkin menuliskannya pada blog ini adalah cara paling aman, aku tidak harus berekspektasi kemudian kecewa akan respon orang lain. Bahkan sekalipun itu orang yang katanya ingin selalu ada. 

Ya Allah, apakah engkau sebenarnya ridho dengan perasan yang aku rasakan? mungkinkan ini sebetulnya adalah respon error?lantas aku harus bagaimana menanggapi hal ini dalam diriku, Ya Allah? Engkau Yang Maha Mengetahui, Yaa Rabb, tolonglah hamba, aku tersiksa dengan perasaan sendiri Ya Allah.

Aku mengabaikan semuanya, banyak hal yang tidak aku kerjakan dengan baik, rupanya diriku masih belum seesai, fakta pahit. ternyata aku sungguh tidak beres.

Aku malah membawa oranglain pada pusaran badai dalam hidupku. itu yang terjadi ketika aku belum menyelesaikan masalahku. berat Ya Allah.

aku marah, aku benci, aku tidak menerima. kenapa hal ini harus terjadi padaku. ujian, ya mungkin ini ujian, amalku masih sangat sedikit, minus bahkan, ibadahku berantakan. mungkin dengan cara ujian ini Allah ingin menambah pahalaku. Ya Allah, izinkan aku menceritakan semuanya di sini. Ya Allah, aku marah pada mereka yang mengambil dan menggunakan sesuatu milikku, benda milikku. aku membeli semua itu untuk kebutuhan pribadiku sebagai anak yang mengandalkan nafkah bukan dari orangtua. aku membeli itu semua dengan uangku. karena orangtuaku tidak memberi nafkah sejak lama padaku. banyak kebutuhan yang tidak dipenuhi. namun aku marah ketika aku berhasil membeli sesuatu yang aku inginkan, namun mereka malah ikut menggunakan, apalagi dengan tingkah 'meminta' seperti memelas. antara benci dan kasian karena itu orangtuaku sendiri. aku sangat benci ketika kemudian benda milikku tidak dirawat dengan baik, hilang dll. aku sangat benci, membuatku sangat pelit pada orang-orang rumah. mereka tidak tahu diri. untuk kebutuhan dasar saja tidak mampu. aku marah dan aku tidak terima Ya Allah, aku harus bagaimana? perasaan ini sering menggerogoti hatiku. berharap Allah menanamkan kesabaran dalam diriku. aku muak sejujurnya Ya Allah.