Rabu, 02 September 2020

Paksakan Menulis

 Bismillah, 

Beberapa waktu lalu, sempet maraton dengerin podcastnya salah satu influencer ternama dan terkenal di kalangan millenial muslim, keren pokoknya, setiap untaian katanya, masuk ke dalam ruh, huhuhu. Dalam podcastnya ada salah satu judul yg membahas tentang kepenulisan, dari situ, aku mendapatkan banyak sekali wawasan baru. Ternyata, Allah sampe bersumpah dalam Al Qur'an tentang pena yang dijadikan alat untuk menulis, tepatnya surat al qolam. Karena ya, sepenting itu menulis. Selain itu menulis juga adalah cara mengikat ilmu, para ulama, ilmuwan dan orang-orang hebat terdahulu pun pastii menulis gak mungkin enggak. 

Dan aku sendiri, ngerasain banget manfaat dari nulis itu, kenapa? Karena awalnya aku sering baca baca tulisan hebat, dari orang orang hebat sih, yang bikin aku merasa "wow relate sekali" Gak cuma itu sih, juga nambah pengetahuan tentunya, akhirnya muncul niat buat menulis, awalnya males banget nulis, karena aku orangnya bisa dikatakan perfeksionis, takut salah kalau nulis, overthinking, "apa yang orang pikirkan kalo baca tulisan ku, ih gak banget pasti" Dll. Tapi semakin kesini, semakin sadar bahwa tulisan itu penting, tulisan bisa lebih hebat dari peluru, karena satu peluru bisa nembak satu kepala, sedang tulisan bisa nembak ribuan kepala. 

Tulisan juga bisa berpengaruh banget tentunya. Aku, kalau lagi galau, futur, atau sedih, pasti yang dicari tulisan, atau quotes lah, dan itu sangat membantu bagiku. Tentu yang lebih utama dan tanpa keraguan di dalamnya adalah Al Qur'aanulkariim:). Jadi ya akhirnya aku putuskan menulis, walaupun sangat berantakan, lebih banyak curhatnya daripada hikmah nya huahuahua, kadang isi topik nya gak jelas dan gak nyambung, maafkan kalau ada pembaca:((.

Pokoknya aku harus menulis, apapun itu, kalau lagi gak mood nulis?, gapapa paksain, kadang aku merasa harus dipaksa untuk berpikir hehe. Sekian, semoga kesadaran dan niat yang lurus senantiasa tumbuh dalam ruh ini, dan teraplikasi lewat berkarya apapun yang syar'i, Aamiin. 



Senin, 31 Agustus 2020

Lembaran baru

Bismillah, 

Setiap harinya aku sangat antusias dalam menyambut hari, bagiku, penting dan sangat utama untuk memulai hari dengan bangun di ⅓ malam atau kurang dan lebih sedikit dari itu, untuk apa? Sebetulnya banyak sekali hal yang bisa kita lakukan, sebagai muslim, kita bisa banget dan wajibin aja Qiyamullail, disamping shalat sunnah yang paling utama setelah sholat wajib, ada banyak sekali manfaat dan keberkahan yang Allah janjikan lewat amalan satu ini. Rasanya sayang beribu sayang untuk dilewati:"), walaupun aku jatuh bangun buat berusaha istiqomah di jalan ini, super jatuh bangun pokoknya, setiap kali kelewat, sedih bukan main, muncul pikiran dan perasaan "aku siang nya banyak banget maksiat nih,".

Ada banyak sekali pepatah, nasihat, atau hadist yang menjelaskan kenapa kita tidak Allah karuniakan kenikmatan beribadah. na'udzubillah, huhuhuhu pengen nangis kalau baca, selalu tertampar, tapi jadikan itu juga sebagai pelecut buat berubah jadi lebih baik:"). Pernah suatu hari, aku menyimak video dari seorang mapres ITB, katanya, kita harus berusaha buat modifikasi tidur, soalnya.. Kalau kita berhasil bangun lebih pagi, kita bisa melakukan banyak aktivitas yang membuat kita semakin pd untuk berkegiatan ketika pagi menyambut, aku pikir "wah bener banget nih". Mulai saat itu, aku selalu antusias buat memulai hari, " Apa amalan yang bisa aku unggulkan hari ini, yang ga boleh terlewat, hari ini aku harus a, b, c, d, e" Aku juga selalu teringat akan riwayat yang menceritakan, kalau Rasulullah SAW tidak melaksanakan shalat malam, maka beliau akan shalat dhuha 12 raka'at, dan menurutku ternyata itu seperti bentuk ketegasan akan diri sendiri, "kalau aku gak berhasil, aku harus blablabla". Ternyata itu juga yang diterapkan selama aku mondok dulu:"). 

Rasanya selalu ada semangat baru, rasanya Allah memberi kesempatan untuk berubah, untuk menata ulang, dan bertaubat tentu saja. Oh ya, ada sebuah hadist yang sering aku jadikan ini sebagai pengingat, 

"Penyesalan terbesarku adalah ketika matahari terbenam, makin dekat ajalku, namun tak bertambah amalku" (Ibnu Mas'ud r.a) 

Hmm ngeri juga ya, Ya Allah.. Karuniakan nikmat ibadah, karuniakan kesempatan untuk bisa bangun di ⅓ malam, jauhkan dari maksiat di siang hari ya Allah:" Mudahkan untuk bisa ketagihan shalat malam ya Allah.. 

Jadi, ayo.. Terkhusus rumai dan para pembaca yang mulia, kita buka lembaran baru, goreskan sesuatu yang istimewa di awal, hehe sekian dulu aja nulisnya.. 

Alhamdulillah~


Rabu, 15 Juli 2020

curhat aja

haloooooooooooo.... blog

lama sekali ya aku tidak mengunjungimu :)
aku selalu ingin, tapi apa daya..
yap, malam ini.. aku cuma mau bilang ...
aku ingin sekali punya hoby ngejurnal..
asik aja gitu ya, bisa convert apa yg ada di otak, ke sebuah tulisan, terus dibaca orang, di convert lagi sm orangnya, dan masuk dengan bentuk yg sama seperti bentuk asal nya. haha
apakah menulis itu sebuah seni,? seni untuk mentrasfer ide abstrak dalam kepala kita ke kepala orang lain tanpa suara, bahkan tak jarang yang seni menulisnya udah sampe level tinggi, bisa menyentuh hati seseorang:).

Minggu, 18 November 2018

Aksi!

Tuntutan kehidupan yang semakin bringas memangsa, tak ada suara, tak ada kata yang keluar, hanya semuanya sigap di depan mata, menuntut aksi dari diri ini, kala diri ini malah bertanya bingung "aksi apa harus kubuat?" maka si bringas itu tak tinggal diam, masih tanpa suara namun menjatuhkan cabik nya yang begitu sakit. hingga terus memaksa untuk mengeluarkan aksi terbaik dari diri.
that's life~