Senin, 22 Maret 2021

Mau curhat, blog

Aku, lelah. 
Lelah mengikuti arus standar masyarakat dan negeri ini. Yang mana carut marut gajelas tujuannya kemana. 
Mau ikut jadi kontributor, tapi ini terlalu rumit untuk dipikirkan sendirian, sedang diluar sana masih banyak para pelaku "kemunkaran dan kekejian" 

Tapi? Bukankah lebih baik ketimbang tidak melakukan sama sekali? 
Hal apa yang bisa aku lakukan demi terciptanya peradaban Islam yang jaya seperti dulu? 
Hey, bukankah itu janji Allah? 
Betul. Makanya aku ingin bisa jadi kontributor. 
Dengan cara apa? 
Tentu aku harus bisa mengupgrade diriku terlebih dahulu. 

Tunggu, aku pusing ngetik beginian. 
Seolah bising sekali kepala ku. 
Rum sebenarnya mau jadi apa sih? 
Kenapa merasa super galau begini? 
Akhirnya gak ada yang dikerjain. Karena kebanyakan mikir. Ah dasar 

Minggu, 21 Maret 2021

Rumai, aku mau bicara.

Ada dua rumai di ruangan itu

Mulailah mereka saling memberi nasihat

"Rum, kamu ini kenapa? Kamu sadar sesuatu salah tapi kenapa masih kamu lakukan? 

"Aku juga ga ngerti kenapa?! Rasanya berat banget untuk melakukan itu"

"Kalau emang kamu niat buat ambil keputusan memilih sesuatu. Harusnya kamu cari tau semua konsekuensinya, syarat dan ketentuannya. Lalu harusnya kamu siapkan itu dari jauh jauh hari. Bukan malah pas deadline baru riweuh, itu gak akan kondusif banget yuknow? Udha mah waktunya dikit, tugasnya panjang dan perlu pematangan, eh ini malah minta nasihat sana sini. Makin abis waktu kamu! "

Jumat, 19 Maret 2021

Kenapa aku iri?

 :") 

Hahaha

Kenapa? 

Bukankah aku seringkali merasa bukan itu tujuan ku?, kenapa ketika melihat orang lain rasanya selalu iri, 

Bukankah hal itu tidak menjadi tujuan utama ku? 

Tidak, 

Dalam lubuk hatiku terdalam

Aku merasakan. Bahwa akupun ingin seperti mereka 😭

Aku ingin, lalu aku selalu iri kepada mereka yang jalan nya begitu Allah mudahkan. 

😭aku selalu ingin menangis, 

Melihat mereka, orang terdekat dan dulu seperjuangan di SMA. 

Lalu aku merenung, ternyata pada akhirnya, kita akan berjalan dengan diri kita sendiri, dengan segala masalah yang hanya bisa diselesaikan oleh diri sendiri. Bukan orang lain. 

Pada akhirnya, kita kembali lagi berkutat dengan diri sendiri. 

Menyelesaikan dengan diri sendiri. 

Aku mulai sadar perlahan. 

Ada penyakit dalam diriku. 

Yang orang lain tidak miliki. 

😭😭

Apa yang salah? 

Lalu apa yang harus ku perbuat? 😭😭

Terkadang.. 

Aku adalah seorang yang mudah sekali menyerah. 

Kamis, 18 Maret 2021

Life balance

Yaa Rabb

Kuingin kehidupan dunia dan akhirat ku seimbang. 

Mengusahakan ruhiyah dan jasmani, hati dan otak untuk tetap prima. 

Yaa Rabb, tanggung jawabku sebagai seorang muslim adalah bukan sesuatu yang ringan apalagi retjeh. 

Yaa Rabb, sedetikpun jangan pernah biarkan hamba seorang diri. Sungguh pertolongan Mu ku butuhkan setiap saat, setiap napas. 

Yaa Rabb izinkan hamba melayakkan diri untuk dapat bertemu Engkau, RasulMu dan wanita penghulu syurga, serta para pejuang Mu dan orang-orang sholih di Syurga kelak

Yas Rabb, hamba memohon kepada Mu husnul khatimah dan syurga Firdaus. 

Yaa Rabb, jadikan hamba berdaya dengan karya, untuk agamamu dan dakwah di jalanMu. Dengan segala potensi dan kelebihan yang engkau titipkan pada hamba. 

Aamiin Yaa Rabb

Aamiin Yaa Mujiibassaailiin. 

Aamiin Allahumma Aamiin. 


Dari hamba Mu yang fakir. 

Minggu, 14 Maret 2021

Antara saya dan aku.

 "Wihhh ternyata dia keren banget ya, Masya Allah deh, punya audiens yang tepat, gak cuma mutualan, bener bener audiens follow dia karena sebuah alasan:)"

"Wihhh kok dia bisa se PD itu ya, kok bisa? "

"Wah ternyata skenario ini begitu unik, pada akhirnya, kita akan dipertemukan dengan apa yang kita sinyalkan"

"Ketika kita mengeluarkan radar kebaikan, tentu orang orang dengan radar yang sama akan saling tarik menarik, bertemu dan tercipta keindahan, 

Keindahan apa? Keindahan ukhuwwah! Tentu saja"

:") aku terharu, sungguh. 


Selasa, 09 Maret 2021

Lihatlah sesuatu dari jauh

 Pernah gak? 

Ada di momen kalian sedang berada di tempat atau bangunan yang sangat tinggi, entah itu apartement, sekolah atau gedung apapun deh. 

Terus kalian memandang ke bawah, ada berbagai hal disana, hiruk pikuk jalan raya, gerobak bakso, rumah rumah, pejalan kaki, kendaraan dan masih banyak lagi tentunya. 

Lalu semua pemandangan yang kalian lihat di bawah itu, sungguh keciiil.

kenapa? Ya karena kita sedang berada di ketinggian. 

Lalu pernah gak, berpikir bagaimana kita dan segala masalah kita di hadapan Allah? 

Tentu bakal remeh banget dong, keciiiiiil banget bagi Allah. 

Kalau kita yang lihat masih dalam jarak ketinggian gak seberapa aja udh ngerasa hal hal dibawah kita kecil. 

Gimana Allah dengan seluruh alam semesta ini? 

Terus kita masih rempong, dan lelah gak karuan sama urusan dunia. Ihh gak capek apa? 

Senin, 08 Maret 2021

AKU MAU MEMAKNAI LEBIH DALAM!

halo blog,
bismillah..

izin curhat sebelum tidur, biar legaa:)

Hari ini, setalah kumpulan hari hari berlalu,
setelah ada banyak peristiwa menyayat hati di dalam linkungan terkecilku, yaitu keluarga. bismillah aku mau coba maknai, 

bagaimana jika? ini adalah suatu bentuk ujian?
bukankah ujian adalah sesuatu yang pasti tatkala kita sudah mengaku beriman?
ya, yang pertama, aku mau memaknai ini sebagai ujian,
Allah menguji kita:") keluarga kita, ya
Allah menguji kita, sejauh mana keterikatan hati kita satu sama lain,
Allah menguiji kita, sejauh mana kita yakin ke Allah, sampai kita mau mengasah terus senjata utama kita yakni DO'A.

kadang aku termenung cukup dalaaam, 
"ohiya ya? ya Allah gimana ini kalau ujian, Engkai mau lihat seberapa kuat kita saling mendoakan?"

bukankah aku pribadi sering kali memberi nasihat berbunyi 
"satu satunya jalan ya berdoa, urusan hati ya berdoa, kan satu satunya yang menggenggam hati tu Allah."
nah tuh, Allah uji, apakah dengan permasalahan yang ada,
makin membuat aku mengaplikasikan nasihat tadi? atau malah cuek?
keterlaluan sih kalau aku cuek T_T
karena ini adalah keluargaku sendiri.
huffft Ya Allah, 
bismillah, mulai saat ini, aku akan ikhtiar lewat doa, terus menerus
semoga bisa istiqomah.

Yaa Rabb, aku ingin kami sekeluarga berkumpul di Syurga FirdausMu
Aamiin Yaa Mujiib.