sibuk mempertanyakan kenapa mereka berhasil
kenapa mereka begitu megah di matamu
kenapa mereka begitu berani maju
sedang dirimu jauh tenggalam dalam gelapnya distraksi dan kemalasan
sibuk bergulat dengan dirinya sendiri
melihat sebaya sedang berlari menyeka peluh
satu persatu di persimpangan mendapatkan silaunya penghargaan
karya dan pengalaman yang terus dicarinya
yang terus diukirnya dan terus berdampak.
ah, malangnya dirimu.
telanjur nyaman dengan rasa malas.
ya. jawaban itu sudah ada
jelas sekali, mereka bergerak menciptakan sebab dan merasakan akibat dalam waktu bersamaan
mereka yakin akan potensi dirinya bahwa mereka bisa
mereka berani.
berani mencoba, berani gagal, berani jatuh, berani ditempa, berani upgrade diri
dari rumaisha, yang berharap penyakit malas diangkat dari tubuhnya secara permanen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar