Senin, 01 Agustus 2022

Duh, kenapa ya

sibuk mempertanyakan kenapa mereka berhasil

kenapa mereka begitu megah di matamu

kenapa mereka begitu berani maju

sedang dirimu jauh tenggalam dalam gelapnya distraksi dan kemalasan

sibuk bergulat dengan dirinya sendiri

melihat sebaya sedang berlari menyeka peluh

satu persatu di persimpangan mendapatkan silaunya penghargaan

karya dan pengalaman yang terus dicarinya

yang terus diukirnya dan terus berdampak.

ah, malangnya dirimu.

telanjur nyaman dengan rasa malas.

ya. jawaban itu sudah ada

jelas sekali, mereka bergerak menciptakan sebab dan merasakan akibat dalam waktu bersamaan

mereka yakin akan potensi dirinya bahwa mereka bisa

mereka berani.

berani mencoba, berani gagal, berani jatuh, berani ditempa, berani upgrade diri


dari rumaisha, yang berharap penyakit malas diangkat dari tubuhnya secara permanen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar